Cari Blog Ini

Selasa, 23 Juni 2020

COVID-19 MENULAR LEWAT UDARA?

Covid-19 menular lewat udara. masih menjadi sebuah perdebatan, namun kami akan menyajikan data dan fakta yang mendukung penularan atau transmisi covid-19 secara airborne. Seperti biasa kami sajikan data ilmiah dan kami persilahkan sobat sehat untuk memutuskan apakah akan menerima atau menolak.


Covid-19 Menular Lewat Udara



Covid-19 menular lewat makanan & minuman. Pembahasan yang masih kontroversi. Namun dalam video ini kami sampaikan data/fakta yang mendukung bahwa Covid-19 menular lewat makanan & minuman. Seperti visi kami maka pembahasan mengenai penularan atau trasmisi covid-19 melalui makanan & minuman (transmisi fecal-oral) kami ambil dari berbagai sumber ilmiah.
Kami persilahkan bagi sobat sehat untuk memutuskan menerima atau menolak.


Selasa, 01 Desember 2015

Peran Mucosal-associated Invariant T-Cells dalam Imunitas terhadap Salmonella typhi

Demam tifoid masih menjadi masalah di negara-negara berkembang. Demam tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang penularannya terjadi secara fekal-oral. Bakteri yang berhasil melewati asam lambung akan menempel pada sel M dan epitel usus. Invasi ini direspons oleh berbagai sel seperti sel neutrofil, sel makrofag, sel T, dan sel B. Sel MAIT sebagai bagian dari sel T yang terletak di mukosa usus mempunyai peran penting dalam usaha eliminasi Salmonella typhi. Sel MAIT mempunyai TCR Vα7.2 yang bisa mengenali produk antara sintesis ribofl avin Salmonella typhi yang terikat oleh MR1. Sel MAIT diaktifkan dengan adanya ikatan antara TCR dengan ligannya, ikatan antara molekul asesori CD80 atau CD86 dengan CD28, dan ikatan antara IL-12 dan 18 dengan IL-12R dan IL-18R. Sel MAIT yang aktif mengeliminasi bakteri dengan cara mengeluarkan sitokin, perforin, dan granzim.

Jumat, 19 Juni 2015

AUTOANTIBODI TERHADAP IMUNOGLOBULIN G YANG TELAH DIMODIFIKASI OLEH REACTIVE OXYGEN SPECIES PADA PASIEN DM TIPE 1

Radikal hidroksil (OH) mampu membuat kerusakan yang berat pada imunoglobulin g (IgG). Kerusakan IgG menjadikan strukturnya berubah dari struktur normal. Kondisi ini menyebabkan munculnya neo-epitope yang menyebabkan IgG menjadi sebuah imunogen sehingga memicu dibentuknya autoantibodi terhadap IgG.

Rujukan:
Rasheed N, Ansari NA,  Kumar L, Tripathi T,  Ahmad R, Rasheed Z., 2011, Autoantibodies against reactive oxygen species modified immunoglobulin G in patients with type 1 diabetes mellitus, J. Clin. Immunol. Immunopathol. Res., 3(1):10-9 http://www.academicjournals.org/article/article1379695291_Rasheed%20et%20al..pdf

Selasa, 16 Juni 2015

EFEK PENGGUNAAN OMEPRAZOL JANGKA PANJANG



Penggunaan obat-obatan selalu diikuti dengan risiko efek samping dari obat yang bersangkutan, meskipun efek samping obat tidak selalu terjadi. Dalam hal penggunaan omeprazol (obat untuk sakit maag) juga ada risiko efek samping obat. Satu sampai 10% pengguna omeprazol mengalami efek samping obat. Diantara efek samping omeprazol adalah sakit kepala (7%), nyeri perut (5%), Diarrhea (4%), mual (4%), muntah (3%), kembung (3%), pusing (2%), infeksi saluran pernafasan atas (2%), regurgitasi asam lambung (2%), sulit berak (2%), bercak merah pada kulit (2%), dan batuk (1%).1
          
  Penggunaan omeprazol dalam jangka panjang juga berisiko untuk terjadinya efek samping. Efek penggunaan omeprazol jangka panjang adalah:
  1. Memicu terjadinya polip lambung meski polip akan mengecil setelah penggunaan omeprazol dihentikan
  2. Menghambat penyerapan obat


Akan tetapi tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa penggunaan omeprazol jangka panjang menyebabkan kanker lambung, defisiensi vitamin dan mineral (kecuali pada pasien tua), pengeroposan tulang, infeksi paru, infeksi saluran cerna, dan gangguan ginjal.2,3

DAFTAR PUSTAKA
  1. Omeprazole. Medscape. http://reference.medscape.com/drug/prilosec-omeprazole-341997#4. 2015
  2. Johnson DA, Oldfield EC., Reported Side Effects and Complications of Long-term Proton Pump Inhibitor Use. Clinical Gastroenterology and Hepatology, 2013;11(5):458-464.
  3. Thomson ABR, Sauve MD, Kassam N, Kamitakahara H., Safety of the long-term use of proton pump inhibitors. World Journal of Gastroenterology, 2010; 16(19): 2323-2330

Kamis, 12 Februari 2015

Buku ini membahas tentang imunitas alamiah dengan lengkap. Mulai dari molekul, sel, jaringan, dan organ penyusun sistem imun, pengenalan non self dan pengaruh non self terhadap sistem imun, pembagian respon imun, dan inflamasi yang meliputi macam-macam inflamasi, resolusi inflamasi, manfaat inflamasi, dan efek negatif inflamasi. 

Bila berminat bisa in Box di FB safari wahyu jatmiko

Sabtu, 19 Juli 2014

Kesuksesan Sebagai Dokter Dimulai Sejak dalam Pendidikan

Tugas utama dokter saat ini adalah menegakkan diagnosis dari sakit yang dialami oleh pasiennya. Sehingga dengan tegaknya diagnosis akan memberi petunjuk tentang obat apa yang akan diberikan kepada pasiennya. Artinya bila diagnosis benar maka obat yang diberikan pun benar. Sebaliknya, jika diagnosis salah maka obat yang diberikan juga akan salah.

Dari pengantar di atas tampaklah dua hal yang harus dikuasai oleh dokter, yakni pengetahuan untuk menegakkan diagnosis dan pengetahuan tentang obat-obatan. Hanya mengetahui salah satunya saja maka tidak cukup untuk mengantarkan seorang pasien mendapatkan pelayanan yang baik. Selain itu, hanya mengetahui salah satu dari dua hal tersebut membuat seseorang tidak layak disebut sebagai dokter. 

Untuk mampu menegakkan diagnosis dengan benar maka dokter harus mengetahui tanda dan gejala dari sebuah penyakit serta ia harus mahir dalam hal anamnesis dan pemeriksaan fisik. Sedangkan untuk mengetahui tanda dan gejala serta interpretasi dari anamnesis dan pemeriksaan fisik, maka dokter haruslah mengetahui tentang patogenesis dan patofsiologi dari penyakit tersebut. Dan dokter tidak akan menguasai patogenesis dan patofisiologi dengan baik bila ia tidak mengetahui ilmu-ilmu dasar kedokteran. 

Dari sisi terapi yang diberikan, maka tidaklah cukup bagi dokter hanya mampu memilih bahwa obat A merupakan terapi untuk penyakit X. Ia harus mengerti tentang farmakokinetik, farmakodinamik, posologi, interaksi obat, dan efek samping dari sebuah obat. Pengetahuan-pengetahuan tentang hal-hal itu penting agar dokter mampu memilihkan obat yang tepat untuk pasiennya.

Kesimpulannya adalah: pengetahuan-pengetahuan untuk menegakkan diagnsois dan terapi bagi seorang pasien didapatkan dokter ketika menjalani pendidikan. Sehingga penguasaan ilmu-ilmu tersebut saat pendidikan merupakan satu pintu dari berbagai pintu untuk menjadi dokter yang sukses